Home / Berita

Rabu, 23 Juni 2021 - 10:43 WIB

Taksonomi Bloom: Pengertian, Tabel, Kelemahan dan Kelebihan

Taksonomi Bloom adalah suatu kerangka untuk mengembangkan tujuan pendidikan. Kerangka ini dipopulerkan oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Menurut Bloom, tujuan pendidikan harus mampu meliputi tiga aspek, yakni aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Dari sini, mungkin teman-teman mulai paham mengapa ada tiga nilai yang diberikan guru saat kita bersekolah dulu. Ya, kerangka Bloom ini menjadi salah satu fondasi penilain proses pembelajaran di Indonesia.

Kebanyakan penelitian yang ada memfokuskan pada aspek kognitif karena aspek ini yang palling mudah untuk diamati. Berdasarkan teori Bloom, kegiatan kognitif atau proses berfikir memiliki tingkatan, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Dari tingkatan ini pula terbentuklah istilah proses higher order thinking atau proses berfikir tingkat tinggi.

Setiap tingkat proses berfikir meliputi berbagai aktivitas sehingga untuk menandai tiap prosesnya para pengajar fokus pada kata kerja operasional yang dipakai. Contoh, proses pemahaman merujuk pada aktivitas menjelaskan suatu isu, maka soal latihan yang bisa menunjukan proses pemahaman adalah “jelaskan apa yang dimaksud denga….?”.

Tabel taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom (1956)

Pengetahuan meliputi kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb.

Pemahaman meliputi kemampuan untuk mendemonstrasikan fakta dan gagasan, mengelompokkan, mengorganisir, membandingkan, menerjemahkan, memaknai, memberi deskripsi, dan menyatakan gagasan utama.

Penerapan meliputi kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dsb di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, menyajikan tulisan ke dalam bentuk tabel atau diagram.

Analisis mencangkup menganalisis dan memecah informasi yang masuk untuk mengenali atau membedakan pola atau hubungan yang ada. Sebagai contoh, seseorang mampu mengenali penyebab suatu hal terjadi dari informasi yang dia kumpulkan dan mengelompokannya pada suatu tingkatan rendah atau parah.

Sintesis berhubungan dengan menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh, seseorang bisa memberikan solusi terhadap suatu masalah berdasarkan informasi yang dia dapatkan.

Evaluasi merupakan proses berfikir paling tinggi dimana seseorang mampu memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, proses evaluasi yang paling sederhana adalah ketika kita mereview suatu film atau makanan. Seseorang bisa mengatakan A baik atau buruk dsb tentu berdasarkan alasan dan standar tertentu.

Tiga proses berfikir paling bawah (pengetahuan, pemahaman, penerapan) dikategorikan sebagai proses berfikir tingkat rendah dan tiga proses berfikir paling atas (analisis, sintesis, evaluasi) disebut dengan proses berfikir tingkat tinggi. Rendah dan tingginya suatu aktivitas berfikir tidak mencerminkan kesulitan tetapi kompleksitas proses berfikir.

Baca juga:  Jasa Penerjemah Bahasa Inggris di Garut

Misal, pada tingkat pengetahuan terdapat aktivitas mengingat di dalamnya. Mengingat 5 kata pendek adalah kegiatan yang mudah, tetapi mengingat 1000 kata pendek adalah kegiatan yang sulit. Namun, jika kita melihat proses kegiatan tersebut berdasarkan taksonomi Bloom, mengingat 5 kata dan 1000 kata tidak ada bedanya dalam hal kompleksitas. Dua-duanya termasuk pada proses kegiatan berfikir tingkat rendah.

Contoh lain, mari kita lihat dua aktivitas berikut a) mengingat 5 kata dan b) menuliskan pasangan kata yang berlawanan dari 6 kata yang disajikan. Keduanya mungkin saja memiliki tingkat kesulitan yang sama. Akan tetapi, ditinjau dari taksonomi Bloom, kegiatan kedua memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan mengingat saja karena seseorang perlu memahami arti dari kata yang ada untuk bisa menentukan kata-kata dengan arti berlawanan.

Revisi taksonomi bloom

Pada tahun 2001, Anderson dan Krathwohl melanjutkan pengembangan taksonomi Bloom dan membuat dua perubahan besar untuk menyesuaikan taksonomi dengan iklim pendidikan abad ke-21. Hingga saat ini, revisi taksonomi Bloom yang paling banyak digunakan dalam penilaian kognitif.

Adapun perubahan yang terjadi pada taksonomi Bloom melingkupi:

  1. Perubahan nama tingkatan dari kata benda menjadi kata kerja. Pada dasarnya tiap tingkatan merujuk pada suatu kegiatan proses berfikir maka lebih relevan untuk menggunakan kata kerja daripada kata benda. Pengetahuanmengingat, pemahaman – memahami dst.
  2. Perubahan susunan dan penambahan proses befikir pada tingkatan paling tinggi. Sintesis diganti dengan mengevaluasi dan sekalligus mengganti proses berfikir paling tinggi dari evaluasi menjadi mencipta.
Revisi taksnomi Bloom oleh Anderson dan Krathwohl (2001)

Kata kerja operasional taksonomi Bloom

Mengingat merupakan suatu kemampuan untuk menyebutkan atau menjelaskan kembali. Kata kerja operasional di antaranya meliputi: Mendefinisikan, mengidentifikasi, memberikan label, membuat daftar, mencocokan, mengingat kembali, memberikan nama, mengenali, mengulang kembali.

Memahami merupakan kemampuan memahami instruksi atau masalah, menginterpretasikan dan menyatakan kembali dengan kata-kata sendiri. Kata kerja operasional yang merujuk pada kegiatan ini di antaranya: Menerangkan, mengkategorikan, menjelaskan, menguraikan, memberikan contoh, mengilustrasikan, meringkas, merumuskan.

Menerapkan adalah kemampuan menggunakan konsep dalam praktek atau situasi yang baru: Mengkategorikan, mengumpulkan data, mendemonstrasikan, menemukan, mengimplementasikan, memprediksi, menghubungkan, menunjukan, menggunakan suatu prosedur.

Menganalisis merujuk pada kemampuan memcahkan suatu permasalahan dengan memecah bagian-bagian dari permasalahan dan mencari keterkaitan antar bagian tersebut: Membandingkan, menentukan, membedakan berdasarkan alasan dan efek, menyimpulkan, mencari fokus, mencari pesan atau maksud.

Mengevaluasi adalah kemampuan memberikan penilaian berdasarkan kriteria dan standard yang sudah ada baik itu secara kualitatif atau pun kuantitatif: Mengecek, menyimpulkan, mengkritik, menentukan/menghakimi, menakar, memberikan rating, menguji.

Mencipta, kemampuan untuk membentuk suatu kesatuan yang koheren dan menghasilkan suatu produk baru dengan mengorganisasikan beberapa unsur menjadi bentuk atau pola yang berbeda dari sebelumnya: Mengkombinasikan atau menggabungkan beberapa hal menjadi sesuatu yang baru, mendesain, mengembangkan, menghasilkan, mengimajinasikan, membuat rencana, memproduksi, mengira-ngira.

Baca juga:  Perbedaan Jurusan Sastra dan Pendidikan Bahasa

Kelebihan

  1. Pendidikan berdasarkan taksonomi Bloom lebih fokus pada kemampuan (skill) dari pada konten (hafalan materi) sehingga pembelajaran di kelas terkesan lebih relevan dengan apa yang dibutuhkan di dunia luar.
  2. Dengan taksonomi Bloom, pengajar bisa mengendalikan dan menyesuaikan tujuan belajar, aktivitas belajar dan proses evaluasi dengan mudah karena sudah diberikan kata kerja operasional untuk tiap proses berfikirnya. Misal, jika tujuan belajarnya mengharuskan siswa untuk mengingat dan mendefinisikan istilah, maka pengajar akan memilih kata kerja operasional pada taksonomi sesuai dengan proses mengingat dan memahami dalam aktivitas kelas dan ujian nanti.
  3. Taksonomi Bloom bisa digunakan di berbagai mata pelajaran atau lintas disiplin ilmu.

Kekurangan

  1. Dengan adanya tingkatan proses berfikir, pengajar cenderung mengabaikan proses berfikir tingkat rendah dan berlomba-lomba mengejar tingkat atas. Padahal kegiatan pada proses berfikir tingkat rendah adalah prasyarat menuju proses kegiatan berfikir tingkat tinggi.
  2. Penjelasan dari taksonomi Bloom menunjukan bahwa semakin ke atas maka proses berfikir semakin kompleks serta terlihat tiap prosesnya berdiri sendiri-sendiri tapi kenyataannya kegiatan proses berfikir di tingkat atas saling tindih dengan yang di bawahnya. Contoh, proses mengevaluasi tercermin oleh kegiatan menyimpulkan yang mana memiliki kemiripan dengan merumuskan di proses memahami.
  3. Tidak konsistennya sifat hirarki taksonomi. Tiga kemampuan paling bawah seperti hirarki, semakin ke atas semakin kompleks, tetapi tiga kemampaun teratas memiliki sifat paralel dimana satu proses saling berkaitan dengan proses lain. Contoh ketika seseorang dalam proses mencipta, dia pasti akan melewati proses evaluasi dan analisis untuk membentuk karyanya. Begitu pula ketika dalam mengkritik (bagian dari evaluasi) ketika dia menyampaikan kritikannya otomatis dia juga berada dalam proses mencipta (menciptakan kritikan).
  4. Karena ketidakkonsistenan pada sifat hirarki dan juga adanya tumpang tindih di antara kategori proses kegiatan berfikir, kata kerja operasional yang menggambarkan proses berfikir tadi pun mengalami perbedaan pada setiap institusi, tergantung bagaimana mereka melihat setiap tingkatan proses berfikirnya.

Sumber buku

Berikut adalah daftar referensi untuk memperluas pemahaman mengenai taksonomi Bloom ataupun proses berfikir tingkat tinggi:

  1. Bloom, B. S.; Engelhart, M. D.; Furst, E. J.; Hill, W. H.; Krathwohl, D. R. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Handbook I: Cognitive domain. New York: David McKay Company.
  2. Anderson, L. W., Krathwohl, D. R., & Bloom, B. S. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing : a revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives / editors, Lorin W. Anderson, David Krathwohl ; contributors, Peter W. Airasian … [et al.]. (Complete ed.). New York: Longman.
  3. Brookhart, S. M. (2010). How to assess higher-order thinking skills in your classroom. Alexandria, Va: ASCD.

Share :

Baca Juga

guru les privat bahasa inggris di Garut

Bahasa Inggris

Guru Les Privat Bahasa Inggris di Garut
PMB pascasarjana UPI

Berita

Mau Melanjutkan Kuliah ke Pascasarjana UPI? Baca Dulu
kumpulan soal cpns

Berita

Kumpulan Soal CPNS beserta Jawaban Lengkap
materi twk cpns

Berita

Rangkuman Materi TWK CPNS
kemampuan abad ke-21

Berita

Apa itu Kemampuan Abad ke-21?
sejarah halloween

Berita

Sejarah Halloween: Asal Mula, Makna, dan Tradisi
efl curriculum

Berita

Selecting Contents of EFL Curriculum
taksonomi bloom

Berita

Kelemaham taksonomi Bloom