Home / Advertorial

Senin, 11 Januari 2021 - 15:59 WIB

Seperti Apa Pendidikan di Pesantren?

Sedikit bernostalgia mengenai indahnya pendidikan di pesantren agar teman-teman yang baru ingin masuk ke lingkungan pesantren mendapatkan gambaran hal-hal apa yang akan didapatkan selama menjadi santri.

Belajar Mandiri

Di pesantren itu di ajarkan untuk hidup madiri, dalam segala aspek kehidupan. Kenapa bisa seperti itu? karena selama mengenyam pendidikan di pesantren, para murid tidak tinggal dengan orang tua. Segala kebutuhan pribadi, di siapkan oleh diri sendiri.

Misalnya mau makan, kita tidak dibiasakan mendapati makan tiba tiba tersaji di meja makan. Hanya sebagian kecil pesantren seperti itu dan itu pun mungkin dengan pertimbangann yang luar biasa dari orang tua.

Contohnya saja misalnya terkadang ada pesantren yang melibatkan warga sekitar untuk penyediaan makan tertentu karena terdapat santri yang memiliki masalah kesehatan.

Teman dari Berbagai Daerah

Menambah sahabat dari berbagai macam daerah kemungkinan besar terjalin jika kita mengenyam pendidikan di pesantren. Jika sebuah pesantren sudah memiliki reputasi nama yang bagus tak jarang santrinya itu berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia. Hal itu membuat pembendaharaan pertemanan semakin banyak dan luas.

Mereka akan membawa kebiasan yang tak sama, seperti kebiasaan keluarga dan lingkungan asal, bahkan isu kedaerahan menjadi hal yang menarik untuk dinikmati selama hidup di pesantren. Bahkan lebihnya, pertemanan di pesantren itu bisa menjadi kakak layaknya di rumah.

Belajar Agama dari Dasar

Kelebihan pendidikan di pesantren dibandingkan sekolah formal biasa, santri tidak hanya belajar mata pelajaran umum tetapi juga belajar agama dari tingkatan dasar. Misalnya, santri akan mempelajari cara baca Al Quran, fikih dasar atau akidah yang menjadi pondasi bagi setiap muslim.

Santri biasanya diseleksi untuk menyesuaikan materi pembelajaran. Jika di pandang dasarnya masih belum cukup, maka belum bisa dinaikan ke tingkatan yang selanjutnya.

Budaya Sopan Santun

Membangun budaya sopan santun menjadi salah satu nilai plus dalam pendidikan di pesantren. Hal ini akan terasa lumayan sulit jika tidak terbiasa, bukan? Santri diajarkan “depong” kepada guru, atau tidak berbicara saat guru sedang berbicara. Jarang ada intrupsi dalam pembelajaran.

Menemukan Hal-hal Baru

Kita akan menemukan petualangan baru dalam hidup yang sudah pasti tidak ditemukan dalam lingkungan rumah. Kita tidak tahu asyiknya “nakal” bareng teman sekamar yang luar biasa. Terkadang santri akan merasakan haru dan menangis karena besarnya kasih sayang guru. Oleh karena itu, sering dijumpai seorang santri yang merasa kecewa ketika keadaan di rumah yang mungkin tidak sesuai dengan fakta keilmuan yang pernah dipelajari di pesantren atau hal-hal yang bertentangan dengan “keagamaan”.

Pendidikan di Pesantren sebagai Tantangan Baru

Kelebihan pendidikan di pesantren lainnya adalah lingkungan yang susah ditebak. Terkadang ada hal yang sesuai dengan harapan, seperti waktu istirahat cukup, makanan memadai, uang untuk jajan ada, hapalan sudah beres, cucian sudah selesai. Akan tetapi, semua itu juga bisa jadi angan angan saja karena teman terkadang susah ditebak.

Pernahkah melihat teman menangis seharian penuh karena jauh dari orang tua? Pemandangan itu sering terlihat, tetapi cepat terhapus oleh keasikan teman-teman sesama santri.

Kebiasan bersama di pesantren tentunya didominasi oleh kegiatan keagamaan, seperti mengaji al-Quran, hapalan Quran, memahami arti dari al-Quran itu sendiri, serta kitab kitab ilmu lain tentang hadis, fikih, filsafat, dan hal hal lain yang berhubungan dengan agama.

Kegiatan Unik

Tidak sedikit pula bumbu-bumbu unik yang menjadi ciri khas di setiap pesantren. Misalnya, kegiatan kesenian daerah yang diwajibkan untuk para santrinya, atau pencak silat, bahkan mungkin juga dengan menggembala domba, memelihara sawah, ataupun bercocok tanam sayur sayuran.

Yang paling unik di setiap pesantren itu adalah waktu makan yang bersama, waktu mandi yang saling berebut, atau pemakaian sandal yang mungkin siapa cepat dia dapat.

Selama menyenyam pendidikan di pesantren, santri sendiri dituntut untuk berani menghadapi berbagai macam masalah, baik yang berhubungan dengan fisik ataupun non fisik seperti bicara di depan muka umum. Sedangkan untuk kegiatan fisik santri diajarkan bela diri semacam silat. Jadi, santri ketika pulang atau lulus punya dasar menghadapi masalah apapun.

Share :