Home / SosBud

Minggu, 13 Juni 2021 - 09:14 WIB

KERAJAAN-KERAJAAN MASA HINDU BUDHA DI INDONESIA

kerajaan-kerajaan masa hindu budha di Indonesia termasuk ke dalam kerajaan tertua. Terdapat beberapa kerjaan terkenal dengan peradabaan dan wilayah kekuasaannya yang luas. Berikut ringkasan informasi mengenai kerajaan-kerajaan tersebut.

Kerajaan Kutai

Banyak orang berpendapat bahwa kerajaan Kutai merupakan kerjaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan ini terletak di tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Sumber informasi dan bukti sejarah kerajaan Kutai didapatkan dari penemuan tujuh prasasti yang disebut dengan Yuppa. Yuppa digunakan untuk upacara animisme pada masanya.

Pada Yuppa terdapat informasi mengenai silsilah dan upacara keagamaan yang ditulis dalam bahasa Sansakerta dan huruf Palawa.

Kerajaan Kutai berdiri sekitar tahun 400-500. Para sejarawan memperkirakan Kundungga sebagai raja pertama sekaligus pendiri kerajaan yang kemudian diteruskan kepada anak cucunya, yakni Aswawarman dan Mulawarman.

Kegiatan perekonomian lebih banyak bergerak di bidang pertanian. Hasil pertanian juga berkontribusi sebagai sedekah dalam upacara keagamaan.

Kerajaan Tarumanegara

Kerjaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu tertua di Jawa Barat yang tercatat sejarah. Berlokasi di pulau Jawa sebelah barat yang kemudian berkembang ke daerah yang sekarang dikenal dengan provinsi Banten, Jakarta dan Jawa Barat.

Keberadaan kerajaan Tarumanegara didapatkan dari peninggalan prasasti Kebun Kopi, Ciaruteun dan tugu. Selain itu, terdapat catatan dari seorang musafir Cina yang bernama Fa-Hien yang menuliskan keberadaan kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan Tarumanegara berdiri sekitar tahun 500 masehi dengan raja Punawarman. Sebagian besar pencaharian mengandalkan pertanian dan perdagangan.

Baca juga:  Sifat Hakikat Manusia

Raja Tarumanegara telah menerapkan teknologi irigasi dengan menggali saluran yang menjadi sungai Gomati, sepanjang kurang lebih 11 km sebagai aliran air tambahan dan pencegah banjir.

Kerajaan Sriwijaya

Kerjaaan Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan berbasis agama Budha. Terletak di dekat pantai dan tepi sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan. Wilayah kekuasaanya meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Semenanjung Melayu.

Peninggalan prasasti ditemukan di Kedukan Bukit, Talang Tuwo, dan Karang Berahi. Keberadaan kerajaan Sriwijaya juga tercatat melalui interaksi dengan penduduk Cina pada tahun 651 M.

Dahulu kala, kerajaan Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Budha di Asia Tenggara dengan kekuatan armada laut yang hebat. Hal ini tidak terlepas dari lokasi kerajaan yang strategis sebagai jalur perdagang internasional.

Raja pertamanya adalah Dapunta Hyang Sri Jayanasa (683M) dan Balaputradewa (835M) merupakan raja yang paling terkenal. Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran akibat serangan dari kerajaan Colamandala dan akhirnya jatuh oleh Majapahit.

Kerajaan Mataram Kuno

Lokasi kerajaan Mataram Kuno berada di Jawa Tengah, berdiri pada 600-900 masehi. Seperti kerajaan-kerajaan masa hindu budha di Indonesia lainnya, bukti dan peninggalan keberadaan Mataram Kuno berasa dari prasasti, yakni prasasti Canggal, Kalasan, Ligor, Nalanda dan Mantyasih. Mataram juga merupakan salah satu kerjaan terbesar di Indonesia.

Kerajaan Mataram Kuno berdiri sekitar abad ke-8 masehi. Raja pertamanya bernama Sanna yang kemudian diteruskan oleh keponakannya, Sanjaya. Akan tetapi, pada masa Sanjaya terjadi perpecahan.

Mataram berbasis Hindu dipimpin oleh keluarga Sanjaya terletak di bagian Selatan meliputi kompleks Candi Dieng, Candi Gedongsongo dan Prambanan. Sedangkan daerah Utara dipimpin oleh keluarga Syailendra dengan basis agama Budha, melingkupi daerah kompleks Borobudur, Mendut dan Pawon.

Baca juga:  Sejarah Internet dan Perkembangannya di Indonesia

Mpu Sindok kemudian memindahkan pusat kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur karena adanya bencana letusan gunung api dan serangan dari Sriwijaya.

Kerjaaan Majapahit

Kerajaan Majapahit berdiri pada 1293-1500 masehi. Pusat pemerintahannya terletak di Trowulan, Jawa Timur.

Beberapa peninggalan kerajaan berupa Kitab Pararaton, Sutasoma dan Negara Kertagama. Terdapat peninggalan prasasti, yakni prasasti Gunung Butak, Kudadu, dan Blambangan.

Kerajaan Majapahit memiliki raja pertama bernama Raden Wijaya. Puncak masa pemerintahan berada pada zaman Raja Hayam Wuruk yang dibantu oleh patih terkenalnya yang bernama Gajah Mada.

Wilayah kekuasaan Majapahit diprediksi meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini termasuk semenanjung Malaya dan sebagian kepulauan Filipina. Terdapat kurang lebih 98 kerajaan di bawah kekuasaan Majapahit yang membuatnya menjadi kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Perekonomian Majapahit sudah pesat dengan ditemukannya penemuan uang lokal dan asing. Bukan hanya mengandalkan pertanian, mereka juga menguasai bidang maritim untuk mengawasi pelabuhan dan perairan pentin di Nusantara.

Beberapa kitab terkenal dari zaman Majapahit yaitu Kertanegara dan Sutasoma dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan negara Indonesia modern.

Seni bangunan Candi banyak dibangun diantaranya Candi Panataran, Sawentar, Tigawangi, Surawana dan Candi Tikus.

Kerajaan ini melemah karena perang saudara( perang paregreg), dan meluasnya pengaruh Islam,  akhirnya runtuh karena serangan kerajaan Demak .

Share :

Baca Juga

nilai-nilai budaya masa praaksara

SosBud

Hasil Kebudayaan Masa Praaksara Indonesia
nilai-nilai budaya masa praaksara

SosBud

Nilai-nilai Budaya Masa Praaksara di Indonesia
contoh hak dan kewajiban

SosBud

Contoh Hak dan Kewajiban dalam Aspek Kehidupan
sifat hakikat manusia

SosBud

Sifat Hakikat Manusia
sejarah internet

Berita

Sejarah Internet dan Perkembangannya di Indonesia