Home / Bahasa

Jumat, 26 Maret 2021 - 07:31 WIB

Dongeng: Jenis dan Unsur-unsurnya

Dongeng adalah cerita rakyat yang bersifat fiksi atau tidak nyata karena berdasarkan imaginasi serta kreativitas penulis atau penutur cerita tersebut. Pada umumnya, dongeng memiliki alur cerita sederhana dan pendek sehingga mudah untuk disampaikan dari satu generasi ke generasi.

Karena berupa cerita rakyat, dongeng di setiap tempat selalu memiliki keunikan sendiri dan merefleksikan komunitas dimana dongeng itu berasal. Dari sekian banyak dongeng di dunia ini, kita bisa mengelompokan jenis-jenis dongeng sebagai berikut.

Jenis-jenis Dongeng

Parabel

Parabel adalah jenis dongeng tentang kisah hidup manusia untuk menyampaikan nilai-nilai keagaaman, moral atau kebenaran dengan menggunakan gaya perbandingan atau ibarat. Contoh parabel yaitu Malin Kundang, Cinderella, the Boy Who Cried Wolf, dan Bawang Merah dan Bawang Putih.

Fabel

Berbeda dengan parabel, tokoh utama dalam cerita fabel adalah binatang. Tujuannya sama, yaitu untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan kebenaran. Contoh cerita fabel sangat banyak sekali dan biasanya dijadikan cerita dongeng anak-anak, seperti Kura-kura dan Kelinci, Sang Singa dan Tikus, Serigala Berbulu Domba, dan Tiga Babi Kecil.

Legenda

Legenda adalah sebuah cerita yang berkaitan dengan asal mula suatu tempat terbentuk. Seringkali terdengar seperti cerita sejarah. Namun, legenda tidak memiliki pendukung ilmiah sehingga masih termasuk ke dalam dongeng. Contoh legenda terkenal di Indonesia antara lain: Legenda Sangkuriang (asal usul Gn. Tangkuban Parahu), Legenda Roro Jonggrang (asal usul kompleks candi Prambanan), dan Legenda Danau Toba.

Legenda biasanya selalu ada di setiap tempat. Admin sendiri berasal dari Kota Garut dan legenda yang terkenal di sini adalah cerita Nyi Endit yang berkisah mengenai asal-muasal Situ Bagendit (situ=danau). Nanti, kita bahas ceritanya, ya.

Baca juga:  Contoh Pidato Sambutan Wali Murid

Sage

Sage merupakan dongeng yang berhubungan dengan sejarah dan biasanya menunjukan suatu kehebatan, keberanian, dan kepahlawanan seorang tokoh di masa lalu. Sama seperti legenda, sage juga terdengar seperti cerita sejarah karena terkadang berlandaskan pada karakter nyata. Akan tetapi, bumbu dramatisir pada cerita membuat sage termasuk ke dalam dongeng dan terpisah dari fakta sejarah.

Contoh sage di antaranya Panji, Airlangga, Ciung Wanara, dan Lutung Kasarung.

Mitos

Mitos adalah cerita rakyat dengan latar belakang kejadian-kejadian di masa lalu yang dianggap benar-benar terjadi dan sakral atau suci bagi beberapa orang. Cerita mitos sering menceritakan mengenai hal-hal spiritual yang memiliki tingkat kekuatan lebih tinggi dari pada manusia.

Kata mitos sendiri berasal dari kata Yunani, mythos, yang berarti kisah/cerita/penuturan. Mitos Yunani sendiri biasanya berkisah tentang para dewa. Sementara itu di Indonesia mitos sering berkaitan dengan hal-hal supranatural seperti Nyi Roro Kidul, dan Barong.

Mitos tidak hanya cerita yang memiliki tokoh. Hal-hal atau kejadian yang dipercayai masyarakat tanpa dasar ilmiah disebut mitos juga. Contoh, mitos burung gagak sebagai burung kematian atau mitos bersiul di malam hari bisa mendatangkan setan.

Unsur-unsur Dongeng

Dalam pelajaran sastra di sekolah, biasanya guru akan meminta murid untuk menganalisis dongeng dari berbagai hal. Untuk mempermudah proses analisis, siswa bisa memulainya dari unsur-unsur dongeng, seperti di bawah ini:

  1. Tema, topik utama yang menaungi seluruh cerita sebagai ide yang ingin penulis sampaikan. Contoh tema dari Malin Kundang adalah anak durhaka karena inti dari cerita seorang anak yang tidak ingin mengakui ibu kandungnya.
  2. Pelaku/Tokoh/Karakter, pihak-pihak yang terlibat dalam cerita berserta sifatnya. Contoh karakter dalam Malin Kundang adalah 1). Malin, pekerja keras, berasal dari keluarga miskin, berani merantau, memiliki cita-cita yang tinggi, tapi lupa akan asal-usulnya 2). Ibu Malin, seorang orang tua tunggal yang pekerja keras, penyabar, penyayang.
  3. Latar, berupa tempat, waktu dan suasana dimana peristiwa terjadi. Misalnya, cerita Nyi Roro Kidul memiliki latar di sebuah kerajaan di Tanah Sunda dan Pantai Selatan Jawa.
  4. Alur, runtutan kejadian atau cara si penulis menyampaikan ceritanya. Ada tiga jenis alur pada cerita, yaitu:
    – alur maju, penulis menyampaikan cerita secara kronologis atau maju dari awal, tengah dan ke akhir. Biasanya dongeng memiliki alur maju.
    – alur mundur, penulis memulai cerita dari bagian akhir atau sebuah penyelesaian. Kemudian dia akan menceritakan kisah awal, tengah hingga bersambung dengan cerita bagian akhir yang sudah disampaikan di awal. Biasanya ada pada cerpen, sinetron, film.
    – alur campuran, penulis memulai cerita dari bagian tengah menuju bagian akhir, tetapi dalam proses itu terdapat potongan-potongan kisah (flashback) dari bagian awal cerita untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Film-film misteri biasanya menggunakan alur seperti ini.
  5. Amanat/nilai moral, pesan yang penulis ingin sampaikan. Misalnya, dalam cerita Malin Kundang kita bisa mengambil nilai moral untuk tidak durhaka dan tidak melupakan kebaikan ibu kandung karena akan mendapatkan hukuman yang amat perih.

Share :

Baca Juga

jenis pronoun dalam bahasa inggris

Bahasa

Pronoun dalam Bahasa Inggris: Jenis dan soal latihan
warta bahasa sunda

Bahasa

Struktur dan Contoh Warta Bahasa Sunda
perbedaan kawih

Bahasa

Perbedaan Kawih, Kakawihan, dan Tembang
guru les privat bahasa inggris di Garut

Bahasa Inggris

Guru Les Privat Bahasa Inggris di Garut
imbuhan me-

Bahasa Indonesia

Imbuhan Me – : Bentuk Umum
kata kerja yang membingungkan

Bahasa

Kata Kerja yang Membingungkan: Raise/Rise, Set/Sit, Lay/Lie
having atau drinking

Bahasa

Having atau Drinking? Mana yang Benar
perbedaan paribasa dan babasan

Bahasa

Perbedaan Paribasa dan Babasan dalam Bahasa Sunda