Home / Berita

Kamis, 13 Mei 2021 - 06:48 WIB

Survey: Tidak Ada Hubungan antara Remaja, Teknologi, dan Kesehatan Mental

Remaja dan teknologi hampir tidak bisa dipisahkan. Tingginya rasa ingin tahu membuat mereka terus menggali informasi dengan cepat. Layaknya sebuah sendok, teknologi menyuapi para remaja dengan informasi yang masif dalam hitungan detik.

Sayangnya, tidak selamanya teknologi memberikan manfaat yang baik. Kasus perundungan di dunia maya lebih sering terdengar dari hari ke hari. Bahkan hingga pada satu titik ekstrim, seseorang mengalami gangguan kesehatan mental seperti stress tinggi dan depresi hingga mengakhiri hidupnya.

Namun, apakah benar teknologi berkaitan erat dengan kesehatan mental para remaja? Sebuah penelitian dari Universitas Oxford memberikan hasil yang sangat mencengangkan.

Penelitian tersebut menunjukan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukan keterkaitan antara penggunaan teknologi di kalangan remaja dengan peningkatan masalah kesehatan mental secara umum.

Baca juga:  Informasi Dasar Seleksi Penerimaan Anggota TNI/Polri

Penggunaan teknologi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan depresi pada satu dekade ini, tetapi penggunaan media sosial masih sangat berkaitan erat dengan masalah emosi.

Tentu dalam menyikapi sebuah penelitian, kita harus berhati-hati dalam pemaknaan. Media sosial bagian dari teknologi, tetapi keduanya adalah hal yang berbeda. Begitu juga dengan depresi dan emosi yang bermasalah.

Mereka menginvestigasi penggunaan televisi, ponsel pintar, dan media sosial, dengan fokus partisipan usia 10-15 tahun melalui survey jangka panjang dari tahun 1991 di Amerika dan Inggris.

Gangguan emosional berkaitan erat dengan televisi dan sosial media, dimana hubungan gangguan emosi dan sosial media terus meningkat karena perubahan perilaku masyarakat. Sedangkan, kaitan antara dua teknologi tersebut dengan depresi cenderung menurun.

Baca juga:  Kumpulan Soal CPNS beserta Jawaban Lengkap

Melalui BBC, peneliti mengatakan hasil investigasi tidak bisa menunjukan perbedaan antara efek penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental pada tahun 2010 dan 2019.

Hal ini juga tidak bisa mendukung pernyataan bahwa orang bahagia cenderung tidak menggunakan media sosial. Tidak ada hubungan yang kuat di antara keduanya.

Hasil penelitian ini memberikan perhatian bagi pihak-pihak terkait yang hanya fokus pada efek buruk teknologi terhadap kesehatan mental. Kita harus mulai fokus terhadap dampak dari penggunaan teknologi yang lebih spesifik, yakni platform berbasis internet dan media sosial.

Share :

Baca Juga

pppk dan pns

Berita

Apa Perbedaan PPPK dan PNS?
sejarah internet

Berita

Sejarah Internet dan Perkembangannya di Indonesia
kemampuan abad ke-21

Berita

Apa itu Kemampuan Abad ke-21?
tempat les bahasa Inggris di Garut

Berita

Daftar Tempat Les Bahasa Inggris di Garut
materi twk cpns

Berita

Rangkuman Materi TWK CPNS
tempat wisata edukatif

Berita

Tempat Wisata Edukatif di Garut
dekorasi meja belajar aesthetic

Berita

Dekorasi Meja Belajar Aesthetic

Berita

Informasi Dasar Seleksi Penerimaan Anggota TNI/Polri